Q n A Darma Kusumah

Bagi yang merasa repot mengunjungi akun Tumblr Darma sebab tulisan tentang pertanyaan itu terpisah-pisah, kalian bisa baca di sini menjadi satu.


***

QnA Darma 

Satu

Q: Kesulitan yang paling sering ditemui di Turki apa aja, sih? Hehehe. 

A: Hmm. İni yang tanya serius atau bercanda, ya? Sambil cengengesan, sih. Anggap saja tanya beneran. Jadi, bagi saya yang baru jalan 10 bulanan tinggal di Turki tepatnya kota Ankara, kesulitan yang sering ditemui itu ada tiga hal. 

Pertama bahasanya, pernah baca bahwa bahasa Turki itu masuk dalam daftar bahasa sulit dunia, saya lupa urutan keberapanya. Tapi, memang benar pola kalimat bahasa Turki itu beda dan jika sudah dalam bentuk kalimat yang kompleks itu sulit. Karena, selain susunan kalimatnya yang berbeda bahasa Turki itu mainnya imbuhan. Dalam satu kata itu bisa ditempeli lebih dari satu imbuhan. Penambahan imbuhan bisa merubah atau memperluas makna kata itu sendiri. İmbuhannya 'pun banyak macamnya. Ada imbuhan kepemilikan, zaman, waktu, tempat, dll yang masih belum saya tahu. Misal: “Antalya'yı gezmek istiyorum”, kata 'yı' itu serupa imbuhan 'ke' dalam bahasa Indonesia. Tidak harus selalu 'yı' kadang bisa beda tergantung huruf sebelumnya. Berikutnya kata 'yor' itu imbuhan zaman yang sedang atau akan dilakukan. Lalu kata 'um' itu imbuhan menunjukan bahwa yang sedang melakukan itu kata ganti orang pertama. Jadi kurang lebih artinya, "Saya ingin berjalan ke Antalya". 

Kedua, kebutuhan bumbu dapur untuk masak-masak. Di sini khususnya Ankara, bumbu dapur untuk masak-masak tidak selezat İndonesia. Jadi tiap kali mau makan atau masak, rasa makanannya itu tidak semecin dengan makanan İndonesia. Kadang kerasa kurang garam, hambar, dsb. Tapi, berbeda ditempat lain, di İstanbul misalnya. Kabarnya di sana ada warung makan Nusantara. Banyak masakan İndonesia di sana. Uwaaah. Ketiga kebutuhan pakaian. Bukannya saya tidak punya pakaian, tapi lebih ke pakaian yang pas di badan itu jarang didapat. Kadang kalau beli atau dapat baju, celana sering kali kebesaran. Padahal ukurannya sudah S. Jadi tiap punya baju, celana beberapa waktu berikutnya itu pakaian harus dikecilin dulu. Pakaiannya kebesaran selain karena ukuran badan orang Eropa dan Asia itu beda, juga karena badan saya yang kecil tak berisi. Huhuhu. 😥 

Sepertinya baru segitu kesulitan yang saya rasa selama 10 bulan-an di Ankara, Turki. Dan semoga hanya segitu. 

Dua 

Q: Nih ya, kalo ada salah satu kenikmatan di tubuh yang harus diambil, lu lebih milih apa yang diambil? Kenapa? 

A: İni pertanyaan serem! Mana ada yang mau kenikmatan pada tubuh dicabut! Takut aja kalau jadi nyata. Walaupun cuma kalau. Hmm. Tapi misal nih, ya. Kenikmatan penglihatan. Iya, karena biar saya tidak zinah mata terus.Habis mata ini suka jelalatan kalau lihat yang bening-bening. Lihat segelas air bening dalam gelas kaca, misalnya. Bawaannya mau minum aja. Kan seger tuh diuyup siang-siang. Tambahkan es batu biar makin jos. Ehe. Hmm. Dan, biar tahu juga belajar tentang mereka-reka yang bantu saya itu bukan karena kasihan melihat kondisi saya, tapi karena tahu bahwa mereka itu membantu atas kebaikan perilakunya. Sebab entah mitos atau bukan, yang kehilangan penglihatan itu memiliki kepekaan yang lebih unggul daripada yang tidak. Jadi, saya--khususnya dalam menilai lawan jenis--itu bukan hanya dari parasnya yang sedap dipandang, tapi juga berdasarkan penilaian kepekaan saya atas perlakuaannya. 

Tiga 

Q: Dari angka 1-10, untuk sekarang ini suka gak hidup di Turki? (1 paling tidak suka, dan 10 paling suka) Alasan sukanya atau tidaknya apa? 

A: hmm. Kasih nilai 5 aja dah yang normal, pertengahan. Karena dibilang suka, nggak juga. Dibilang nggak suka, nggak gitu juga. Saya nggak sukanya itu kalau sudah masuk pelajaran yang hafalan terus. Butek otak ini hafalan terus. Dan terkadang juga berasa program hariannya monoton. Bawaannya selalu nunggu-nunggu libur. Selain itu makanannya juga, bukannya tidak suka, tapi kurang nendang di lidah. Karena saya tinggal di asrama makanan sehariannya sudah diatur. Makanan pokok yang sering muncul itu selain roti, ada makaroni pakai yogurt atau nasi berwarna coklat pakai kacang. Jadi, sudah hafal jadwal harian makannya. Lalu, sukanya tinggal di sini selain karena lihat cewek yang bening-bening, juga karena iklimnya. Negara dengan 4 musim itu enak juga. Tidak mudah berkeringat karena tidak kepanasan, kecuali saat musim panas seperti ini. Selain itu sukanya di Ankara ini cukup banyak taman-taman untuk duduk-duduk santai lengkap juga dengan beberapa alat sport dan lapangan bola. Jadi tiap weekend pagi, kalau libur tidak perlu pergi jauh. Cukup lari ke belakang asrama untuk olahraga kecil. 

Q: Seandainya boleh pulang ke Indonesia, tepatnya rumah atau asrama lu di Jakarta, dengan gratis selama 3 hari saat ini juga. Hari pertama lu mau ngapain, kedua ngapain, dan ketiga ngapain~ Ceritakan setiap harinya dalam satu paragraf~ 

A: İni pertanyaan seperti soal ujian Bahasa İndonesia. Hmm. Wah, ini tawaran asik banget. Gratis pula. Tentunya saya akan manfaatkan 3 hari tersebut secara optimal. 

Hari pertama, saya ingin kumpul dengan keluarga di kampung halaman, Tasikmalaya. Berjumpa dengan kedua orangtua juga adik. Seperti biasanya kehidupan di kampung, saya biasanya pergi ke kolam ikan memberi makan ikan-ikan. Pergi ke gunung atau hutan mencari kayu bakar. Dan, bantu bapak macul kalau diminta walaupun hanya bisa 2-3 kali macul. Macul itu butuh skill. Lalu, sisa harinya digunakan untuk ngobrol dengan orang tua. 

Hari kedua, setengah harinya saya pakai untuk me time dan sisanya saya pakai untuk berkumpul dengan teman-teman. Biasanya saya pakai untuk berdiam di dalam rumah. Bersih-bersih kamar, nyuci-nyuci baju, atau menyampulkan buku yang belum disampulkan. Kalau pun pergi keluar, saya paling perginya sendirian. Keliling pasar atau toko. 

Lalu, sisa harinya paling enak sore sampai malam itu kumpul bareng teman. Ngobrol-ngobrol tanya kabar atau mendengarkan, bercerita random dan diakhiri dengan makan bareng. Hari ketiga, saya ingin pergi ke Samarinda. Jumpa dengan İcha Hairunnisa, dia salah satu anggota grup random WİRDY. Random karena anggota grupnya terbentuk secara acak, tanpa sengaja lebih tepatnya. İngin menjumpainya karena, 3 dari 5 anggota -termasuk saya di dalamnya- tersebut sudah saya jumpai. Tinggal İcha yang belum saya jumpai. Kalau ini ikut tuan rumahnya saja, paling banter makan-makan. 

Empat 

Q: Apa yang paling kamu rindukan dari Indonesia selain orang tua? 

A: Hmm. Menjadi Darma dengan kehidupannya yang dulu. Darma yang suka jalan muter-muter keliling toko, pasar, dsb. Kurang lebihnya rindu dengan aktivitasnya yang dulu. Seperti yang dituliskan pada postingan sebelumnya. Hari pertama, dua, dan tiga. Tentang aktivitas di kampung, Me time-nya yang cuma sampulin buku, kumpul bareng temannya dan mendengarkan curhatannya İcha Hairunnisa. 

Sudah selesai, sekian dan terima kasih.

--

Tulisan Wulan: Q n A WIRDY

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat Lebaran dan Permintaan Maaf